TX Nefario - шаблон joomla Форекс
 
 
 
 

Work Details

Pertumbuhan dan perkembangan Lembaga Keuangan Mikro Syariah / Baitul Maal wa Tamwil yang  cukup pesat sebagaimana telah terjadi dalam dasa warsa terakhir ini, telah memunculkan persoalan-persoalan dalam menseimbangkan antara kebutuhan pengembangan usaha dengan ketersediaan sumber daya manusia pengelolanya yang memiliki kualifikasi manajerial  dengan kemampuan tidak saja dalam mengelola rutinitas kegiatannya, namun juga dalam menghadapi masalah-masalah yang dihadapi. Tuntutan kebutuhan sumberdaya manusia yang semakin bertambah menuntut penanganan masalah-masalah ketanaga-kerjaan tidak hanya dilakukan oleh “top manajemen” saja, namun juga oleh mananajer lapis kedua dan dibawahnya.

Terjadinya penurunan kinerja perusahaan, atau ketika terjadi pengembangan usaha yang cepat namun secara kualitatif terjadi penurunan kinerja perusahaan, sering  tidak disadari terkait dengan penurunan produktivitas karyawannya, yang  dibiarkan tumbuh berlarut-larut dikarenakan kemampuan  sumber daya manusia pada level supervisor atau manajernya kurang memiliki kemampuan dalam  menangani persoalan-persoalan internal dengan karyawannya ataupun dalam melakukan komunikasi dengan Top Management dan / atau Pengurus serta “stakeholder” strategis lainnya.

Oleh karena itu BMT Institute merekomendasikan diperlukannya sebuah “crash program” pelatihan yang dapat memberikan bekal  keterampilkan sumber daya manusia BMT pada level manajer atau supervisor untuk melakukan “interaksi manajemen” dalam menangani masalah-masalah ketenaga-kerjaan, khususnya dalam rangka meningkatkan produktivitas karyawan dan menangani karyawan-karyawan yang bermasalah, sekaligus dalam berinter-aksi dengan Pengurus, Anggota/Nasabah dan “stakeholder”

yang memiliki kualifikasi manajerial  dengan kemampuan tidak saja dalam mengelola rutinitas kegiatannya, namun juga dalam menghadapi masalah-masalah yang dihadapi. Tuntutan kebutuhan sumberdaya manusia yang semakin bertambah menuntut penanganan masalah-masalah ketanaga-kerjaan tidak hanya dilakukan oleh “top manajemen” saja, namun juga oleh mananajer lapis kedua dan dibawahnya.

Terjadinya penurunan kinerja perusahaan, atau ketika terjadi pengembangan usaha yang cepat namun secara kualitatif terjadi penurunan kinerja perusahaan, sering  tidak disadari terkait dengan penurunan produktivitas karyawannya, yang  dibiarkan tumbuh berlarut-larut dikarenakan kemampuan  sumber daya manusia pada level supervisor atau manajernya kurang memiliki kemampuan dalam  menangani persoalan-persoalan internal dengan karyawannya ataupun dalam melakukan komunikasi dengan Top Management dan / atau Pengurus serta “stakeholder” strategis lainnya.

What we did

  • Dsikusi
  • Pelatihan soal
  • Simulasi
  • Praktek Kerja Lapangan
  • Management Skill
  • Marketing Skill
 
 

Langganan